:

Empu Keris Perempuan di Sumenep Patahkan Stigma, Buktikan Budaya Milik Semua

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

SUMENEP I MaduraNetwork.id – Di tengah semakin luasnya kiprah perempuan di berbagai sektor, profesi empu keris yang selama ini identik dengan laki-laki mulai menunjukkan wajah baru. Kehadiran perempuan sebagai pembuat keris membuktikan bahwa keterampilan, dedikasi, dan kecintaan terhadap budaya tidak ditentukan oleh gender.

 

Selama berabad-abad, proses pembuatan keris identik dengan sosok laki-laki yang bekerja di depan bara api, menempa besi, membentuk bilah, hingga menyelesaikan detail ukiran. Proses tersebut melahirkan anggapan bahwa perempuan tidak memiliki kemampuan fisik maupun ketahanan untuk menjalani profesi tersebut.

 

Namun, pandangan itu perlahan berubah. Di Kabupaten Sumenep, Empu Ika Arista menjadi salah satu perempuan yang memilih menekuni profesi sebagai pembuat keris. Melalui karya dan konsistensinya, ia membuktikan bahwa perempuan mampu menguasai seni tempa sekaligus menjaga warisan budaya leluhur.

 

Menurut Ika, tantangan terbesar yang dihadapi perempuan bukan hanya menguasai teknik pembuatan keris, tetapi juga mengubah cara pandang masyarakat terhadap profesi tersebut.

 

"Perempuan yang memilih menjadi empu keris harus menghadapi tantangan ganda. Selain menguasai teknik pembuatan keris, mereka juga harus membuktikan bahwa kemampuan tidak ditentukan oleh gender. Tidak sedikit yang sempat diragukan atau dipandang sebelah mata karena memilih profesi yang dianggap tidak lazim bagi perempuan. Namun, melalui karya dan konsistensi, kaum perempuan mampu mematahkan stigma tersebut," ujarnya saat berdialog bersama RRI beberapa waktu lalu.

 

Ika menuturkan, proses pembuatan keris bukan semata mengandalkan kekuatan fisik. Ketelitian, kesabaran, kreativitas, serta pemahaman terhadap filosofi dan nilai budaya menjadi unsur penting dalam menghasilkan sebuah keris yang berkualitas.

 

Keberadaan empu keris perempuan juga dinilai membawa perspektif baru dalam upaya pelestarian budaya. Mereka tidak hanya menjaga tradisi yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi juga menunjukkan bahwa ruang kebudayaan seharusnya terbuka bagi siapa saja yang memiliki minat dan kompetensi.

 

Sebagai salah satu warisan budaya bangsa, keris memiliki makna yang jauh melampaui fungsi sebagai senjata tradisional. Setiap bilah keris menyimpan nilai sejarah, filosofi, spiritualitas, hingga identitas budaya yang menjadi bagian penting dari peradaban Nusantara.

 

Fenomena munculnya empu keris perempuan juga sejalan dengan semakin terbukanya kesempatan bagi perempuan di berbagai profesi yang sebelumnya didominasi laki-laki. Kini, perempuan telah membuktikan kemampuannya sebagai pilot, masinis, mekanik, teknisi, nelayan, hingga pandai besi.

 

Kehadiran perempuan dalam dunia perkerisan menjadi bukti bahwa pelestarian budaya akan semakin kuat apabila setiap individu memperoleh kesempatan yang sama untuk berkarya. Dengan semangat kesetaraan dan keberagaman, warisan budaya Indonesia tidak hanya tetap lestari, tetapi juga terus berkembang mengikuti dinamika zaman tanpa kehilangan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.

 

 

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *